Pedoman ini menjadi acuan kerja KULTUR ENAM DUA dalam menyusun tulisan kurasi, analisis, opini, dan ragam. Tujuannya adalah menjaga tulisan tetap informatif, jujur mengenai tingkat kepastian, mudah dipahami, dan terbuka terhadap koreksi.
Prinsip dasar
- Tulis ulang dengan bahasa dan susunan sendiri; jangan menyalin paragraf sumber.
- Bedakan fakta, klaim, kutipan, analisis, dan opini.
- Cantumkan sumber utama dan tautan yang dapat dibuka ketika artikel berbasis informasi pihak lain.
- Gunakan penanda seperti “diklaim”, “beredar”, atau “belum terkonfirmasi” jika fakta belum selesai diverifikasi.
- Hindari clickbait, tuduhan tanpa bukti, doxxing, eksploitasi korban, dan kepastian berlebihan.
- Gunakan featured image yang relevan dan aman digunakan; logo situs bukan gambar artikel.
Struktur artikel kurasi
- Judul informatif sepanjang kira-kira 8–16 kata.
- Lead yang menjelaskan inti isu dan status informasinya.
- Konteks: bagaimana isu muncul, kapan, dan apa detail yang dapat diperiksa.
- Klarifikasi atau perkembangan dari sumber yang relevan.
- Dampak praktis bagi pembaca tanpa menakut-nakuti.
- Analisis KULTUR ENAM DUA dalam dua atau tiga paragraf.
- Langkah aman atau pertanyaan lanjutan yang relevan.
- Sumber dan catatan redaksi.
Struktur analisis dan opini
Analisis menyatakan persoalan dan konteks sebelum menarik kesimpulan. Opini menyatakan tesis dengan jelas, memberi dasar fakta, mengakui keterbatasan, dan—bila relevan—menyajikan sudut pandang alternatif. Frasa seperti “menurut pandangan redaksi” digunakan agar pembaca tidak keliru menganggap pendapat sebagai fakta.
Sumber, kutipan, dan gambar
Sumber primer diutamakan untuk dokumen, data, pengumuman, dan pernyataan. Kutipan dipakai seperlunya dengan atribusi yang jelas; bagian yang dipotong tidak boleh mengubah makna. Gambar harus relevan, memiliki keterangan yang jujur, dan tidak dipakai untuk menciptakan kesan seolah-olah ilustrasi adalah dokumentasi peristiwa.
Koreksi dan pembaruan
Kesalahan fakta, tanggal, tautan, gambar, atau konteks diperiksa setelah menerima masukan. Perubahan yang memengaruhi inti tulisan diberi catatan pembaruan; perbaikan ejaan dapat dilakukan tanpa catatan panjang. Kami tidak menghapus riwayat kesalahan secara diam-diam ketika transparansi diperlukan untuk memahami perubahan.
Checklist sebelum terbit
- Judul sesuai isi dan tidak menghakimi.
- Fakta dan opini sudah dipisahkan.
- Sumber, tautan, kategori, slug, excerpt, dan alt text sudah diperiksa.
- Featured image relevan dan bukan logo situs.
- Tidak ada data pribadi yang tidak perlu.
- Artikel dibaca ulang dari sudut pandang pembaca baru.
Pedoman ini dapat diperbarui seiring perkembangan situs. Masukan dapat disampaikan melalui Kontak KULTUR ENAM DUA.
