Site icon KULTUR ENAM DUA

Pedoman Editorial

Pedoman ini menjadi acuan kerja KULTUR ENAM DUA dalam menyusun tulisan kurasi, analisis, opini, dan ragam. Tujuannya adalah menjaga tulisan tetap informatif, jujur mengenai tingkat kepastian, mudah dipahami, dan terbuka terhadap koreksi.

Prinsip dasar

Struktur artikel kurasi

  1. Judul informatif sepanjang kira-kira 8–16 kata.
  2. Lead yang menjelaskan inti isu dan status informasinya.
  3. Konteks: bagaimana isu muncul, kapan, dan apa detail yang dapat diperiksa.
  4. Klarifikasi atau perkembangan dari sumber yang relevan.
  5. Dampak praktis bagi pembaca tanpa menakut-nakuti.
  6. Analisis KULTUR ENAM DUA dalam dua atau tiga paragraf.
  7. Langkah aman atau pertanyaan lanjutan yang relevan.
  8. Sumber dan catatan redaksi.

Struktur analisis dan opini

Analisis menyatakan persoalan dan konteks sebelum menarik kesimpulan. Opini menyatakan tesis dengan jelas, memberi dasar fakta, mengakui keterbatasan, dan—bila relevan—menyajikan sudut pandang alternatif. Frasa seperti “menurut pandangan redaksi” digunakan agar pembaca tidak keliru menganggap pendapat sebagai fakta.

Sumber, kutipan, dan gambar

Sumber primer diutamakan untuk dokumen, data, pengumuman, dan pernyataan. Kutipan dipakai seperlunya dengan atribusi yang jelas; bagian yang dipotong tidak boleh mengubah makna. Gambar harus relevan, memiliki keterangan yang jujur, dan tidak dipakai untuk menciptakan kesan seolah-olah ilustrasi adalah dokumentasi peristiwa.

Koreksi dan pembaruan

Kesalahan fakta, tanggal, tautan, gambar, atau konteks diperiksa setelah menerima masukan. Perubahan yang memengaruhi inti tulisan diberi catatan pembaruan; perbaikan ejaan dapat dilakukan tanpa catatan panjang. Kami tidak menghapus riwayat kesalahan secara diam-diam ketika transparansi diperlukan untuk memahami perubahan.

Checklist sebelum terbit

Pedoman ini dapat diperbarui seiring perkembangan situs. Masukan dapat disampaikan melalui Kontak KULTUR ENAM DUA.

Exit mobile version